Purbaya Sebut Indonesia Tahan Krisis Global dan Jauh dari Resesi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur ekspansi di tengah tekanan global yang terus meningkat. Ia bahkan menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan ketahanan terbaik terhadap krisis global berdasarkan analisis lembaga keuangan internasional. 

Dalam pernyataannya di Jakarta, Purbaya menanggapi berbagai prediksi pesimistis yang menyebut Indonesia berpotensi mengalami resesi dalam waktu dekat. Menurut dia, sejumlah proyeksi tersebut tidak terbukti setelah pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 justru menunjukkan percepatan. 

Purbaya mengungkapkan hasil analisis JP Morgan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tahan terhadap gejolak krisis energi global. Posisi Indonesia disebut berada di peringkat kedua dan dinilai lebih kuat dibanding sejumlah negara besar lainnya dalam menghadapi tekanan ekonomi dunia. 

Ia juga mengkritik narasi yang berkembang di media sosial terkait kemungkinan Indonesia mengalami situasi serupa krisis 1997-1998. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini jauh berbeda karena berbagai indikator utama masih menunjukkan tren positif, mulai dari konsumsi masyarakat, survei konsumen, Purchasing Managers’ Index (PMI), hingga penjualan kendaraan bermotor. 

Purbaya menilai pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal dan investasi strategis. Ia memastikan pemerintah tidak akan ragu menggelontorkan stimulus apabila diperlukan demi menjaga laju ekonomi nasional tetap stabil. 

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global akibat konflik geopolitik, tingginya suku bunga internasional, dan tekanan perdagangan dunia. Meski demikian, pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibanding banyak negara berkembang lain. 

Sejumlah ekonom sebelumnya mengingatkan risiko perlambatan ekonomi tetap perlu diwaspadai, terutama terkait pelemahan ekspor dan tekanan daya beli masyarakat. Namun pemerintah menilai hingga saat ini indikator domestik belum menunjukkan tanda-tanda resesi. 

Previous post Harga Emas Antam 9 Mei 2026 Masih Bertahan di Level Tinggi
Next post OJK Denda Indosaku Rp 875 Juta Usai Viral Prank Damkar