
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki kembali terjadi pada hari Senin (20/7/2026) di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kolom abu sekitar 16 kilometer di atas puncak. Akibat dari erupsi gunung Lewotobi ini, Bandara Gewayantana Larantuka mengalami penutupan sementara karena abu vulkanik yang meningkat berdampak pada sektor transportasi udara.
Kolom Abu Mencapai Belasan Kilometer
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api mencatat kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Material vulkanik teramati bergerak mengikuti arah angin sehingga menyebabkan sebaran abu ke sejumlah kawasan di sekitar Flores Timur.
Ketinggian kolom abu yang mencapai sekitar 16 kilometer menunjukkan kekuatan erupsi yang cukup besar. Warga di sekitar gunung juga melaporkan suara dentuman dan hujan abu di beberapa desa yang berada dalam radius terdampak. Aparat terus memantau perkembangan aktivitas gunung untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan.
Bandara Gewayantana Ditutup Sementara
Erupsi Gunung Lewotobi turut memengaruhi operasional penerbangan di Flores Timur. Bandara Gewayantana Larantuka ditutup sementara setelah abu vulkanik terdeteksi di sekitar jalur penerbangan.
Penutupan dilakukan melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Otoritas bandara bersama maskapai terus memantau kondisi abu vulkanik sebelum memutuskan pembukaan kembali operasional bandara.
Warga Diminta Patuhi Rekomendasi Petugas
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam kawasan berbahaya yang telah ditetapkan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lahar apabila terjadi hujan deras di sekitar aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi untuk memantau kondisi lapangan.
Aktivitas Gunung Masih Terus Dipantau
Gunung Lewotobi Laki-laki dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan serangkaian erupsi yang terjadi secara berulang. Petugas pengamatan terus melakukan pemantauan visual maupun instrumental untuk mendeteksi perubahan aktivitas gunung.
PVMBG juga terus mengevaluasi perkembangan kondisi vulkanik guna menentukan langkah mitigasi berikutnya apabila aktivitas meningkat. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui pemerintah daerah dan instansi terkait.
Erupsi Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi
Pemerintah bersama petugas pemantau gunung api masih memonitor perkembangan situasi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang masih aktif erupsi. Kondisi yang masih cukup tinggi menjadi himbauan untuk masyarakat terutama di kawasan rawan bencana agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mematuhi otoritas kebencanaan dan dapat evakuasi dengan cepat apabila ada peningkatan dalam aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.
