12 Penerbangan Syamsudin Noor Terdampak Asap Karhutla 

KARHUTLA
Ilustrasi. Foto: 12 Penerbangan Terdampak Akibat Asap Karhutla di Banjarbaru Kalsel

JAKARTA, LAPORAN TERKINI – Sebanyak 12 jadwal penerbangan komersial di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan terdampak oleh kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (19/8/2026). Kerapatan asap yang menyelimuti area landas pacu (runway) sejak dini hari hingga pagi hari menyebabkan jarak pandang (visibility) anjlok tajam di bawah batas aman penerbangan.

Gangguan tersebut berdampak pada jadwal penerbangan domestik, baik untuk rute keberangkatan maupun kedatangan. Pihak otoritas bandara bersama maskapai penerbangan terpaksa menunda waktu keberangkatan dan menahan pendaratan pesawat demi menjunjung tinggi prinsip keselamatan penerbangan (safety first). Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara Karhutla Kalsel terus berupaya memadamkan titik api (hotspot) di sekitar kawasan penyangga bandara guna menormalkan kembali ruang udara.

Penurunan Jarak Pandang dan Gangguan 12 Jadwal Penerbangan Akibat Karhutla

Otoritas Bandara Internasional Syamsudin Noor mencatat bahwa jarak pandang di landas pacu sempat turun drastis hingga berada di kisaran ratusan meter pada pagi hari. Kondisi tersebut jauh di bawah standar keselamatan instrumen pendaratan minimum yang dipersyaratkan bagi pesawat komersial berbadan sedang.

Ke-12 penerbangan yang terdampak meliputi sejumlah rute strategis, seperti penerbangan dari dan menuju Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), serta Balikpapan (BPN).

Penundaan penerbangan berlangsung bervariasi antara 30 menit hingga lebih dari dua jam, bergantung pada kecepatan penguraian kabut asap oleh angin dan intensitas paparan cahaya matahari pagi.

Mitigasi Maskapai dan Penanganan Penumpang di Terminal

Menghadapi keterlambatan massal tersebut, pihak pengelola bandara bersama perwakilan maskapai langsung mengaktifkan prosedur penanganan keterlambatan (delay management). Maskapai membagikan kompensasi berupa minuman dan makanan ringan kepada para penumpang yang menunggu di ruang keberangkatan sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.

Petugas customer service bandara secara berkala menyampaikan pengumuman dan pembaruan informasi cuaca kepada para penumpang guna menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.

Sementara bagi pesawat yang telah mendekati area udara Banjarbaru saat kabut asap masih tebal, pilot diinstruksikan melakukan prosedur holding (berputar di udara) hingga jarak pandang dinyatakan aman untuk melakukan pendaratan.

Satgas Karhutla Gencarkan Pembasahan Lahan Sekitar Bandara

Menyikapi dampak karhutla terhadap operasional fasilitas publik vital, Satgas Gabungan Penanggulangan Karhutla Provinsi Kalsel meningkatkan intensitas pemadaman darat dan udara. Pemadaman diprioritaskan pada titik-titik kebakaran lahan gambut di wilayah Ring 1 dan Ring 2 sekitar bandara di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang, Banjarbaru.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kalsel, Manggala Agni, TNI-Polri, dan relawan pemadam kebakaran swasta berjibaku menyuntikkan air ke dalam lapisan gambut yang membara di bawah permukaan tanah.

Di samping pemadaman darat, helikopter pengebom air (water bombing) milik BNPB turut dikerahkan untuk menjatuhkan ribuan liter air di area lahan terbakar yang sulit dijangkau oleh armada mobil tangki darat.

Imbauan BMKG dan Antisipasi Operasional Penerbangan Lanjutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mengimbau semua pihak untuk tetap waspada terhadap potensi kembalinya kabut asap pada waktu pagi hari selama puncak musim kemarau berlangsung.

BMKG terus memperbarui data pantauan citra satelit sebaran titik panas dan arah pergerakan angin secara waktu nyata (real-time) kepada pihak AirNav Indonesia dan operator bandara.

Masyarakat dan calon penumpang yang hendak bepergian melalui Bandara Syamsudin Noor diimbau untuk secara rutin memeriksa status penerbangan melalui saluran resmi maskapai penerbangan masing-masing serta mematuhi arahan petugas di bandara.

Terganggunya 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor akibat kabut asap karhutla di Banjarbaru menjadi alarm penting dalam penanganan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Selatan. Melalui kesiapsiagaan operasional bandara, penerapan protokol keselamatan penerbangan yang ketat, serta akselerasi pemadaman oleh Satgas Karhutla, mobilitas transportasi udara di wilayah Kalsel diharapkan dapat kembali normal dan aman sepenuhnya.

kemensos Previous post Gempa NTT: Kemensos Kucurkan Bantuan Dana Rp 1,4 M 
rumah Next post Pemerintah Kebut 3 Juta Rumah Tekan Angka Backlog RI