Produksi Jagung Indonesia Naik, SEP Targetkan Hasil 10 Ton per Hektare

PT Sumber Energi Pangan (SEP) menargetkan peningkatan produksi jagung nasional melalui pengembangan Corn Edu Center (CEC) di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Langkah ini menjadi strategi utama perusahaan untuk memperkuat pasokan bahan baku industri pakan ternak domestik.

Ekspansi dilakukan dengan menambah 12 unit pusat edukasi baru yang melengkapi lima fasilitas yang telah beroperasi sebelumnya. Melalui inisiatif ini, perusahaan ingin mendorong transformasi sektor pertanian jagung dari pola tradisional menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi. 

Saat ini, kapasitas produksi jagung SEP mencapai sekitar 500.000 ton per tahun, yang sebagian besar disalurkan ke industri pakan ternak skala besar. Dengan tambahan fasilitas baru, perusahaan berharap produktivitas dapat meningkat sekaligus memperluas jangkauan kemitraan dengan petani. 

Program CEC dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan petani dengan akses pembiayaan, sarana produksi, serta jaminan penyerapan hasil panen. Dalam skema ini, petani mendapatkan dukungan berupa benih, pupuk, pendampingan teknis, hingga akses kredit berbunga rendah. 

Secara jangka panjang, SEP menargetkan peningkatan hasil panen dari rata-rata 2–3 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare. Pada tahap awal implementasi, produktivitas diproyeksikan naik sekitar 25 persen dengan cakupan hingga 20.000 petani di berbagai daerah. 

Sejumlah uji coba menunjukkan hasil yang signifikan. Di Manggarai, produksi jagung tercatat mencapai 12,2 ton per hektare dalam kondisi kering, sementara di Sumba Barat Daya mencapai 7,5 ton per hektare. Hasil ini memperkuat optimisme bahwa pendekatan berbasis klaster dan pendampingan intensif mampu meningkatkan efisiensi produksi. 

Selain meningkatkan output, program ini juga diharapkan memperbaiki kesejahteraan petani melalui kepastian pasar dan stabilitas pendapatan. Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan model pertanian terintegrasi tersebut.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.