Pemprov DKI Klaim Sebagian Besar Genangan Cepat Surut, Wagub Rano Paparkan Kinerja Pengendalian Air

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sebagian besar genangan air yang muncul di ibu kota dapat ditangani dengan relatif cepat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut sekitar 88,1 persen genangan berhasil surut dalam waktu kurang dari dua jam sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD saat pembacaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4/2026).

Menurut Rano, angka tersebut mencerminkan peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya air di Jakarta. Program yang dijalankan mencakup berbagai upaya teknis, seperti peningkatan kapasitas tampungan air serta normalisasi aliran sungai yang bertujuan mengurangi potensi genangan ketika hujan deras mengguyur wilayah perkotaan.

Dalam laporannya, Pemprov DKI menyebut kapasitas penampungan air di Jakarta telah ditingkatkan hingga mencapai sekitar 539.674 meter kubik. Selain itu, pengerukan sungai dilakukan secara luas di ribuan titik dengan total volume material yang diangkat mencapai lebih dari 900 ribu meter kubik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mencegah sedimentasi yang dapat memicu banjir di kawasan padat penduduk.

Rano juga menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada wilayah daratan, tetapi juga kawasan pesisir. Pemerintah daerah menjalankan berbagai program perlindungan pantai untuk mengurangi dampak abrasi dan kenaikan muka air laut. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 71,61 persen wilayah pantai di Kepulauan Seribu telah terlindungi dari abrasi melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur pesisir.

Selain program pengendalian banjir, pemerintah daerah turut meningkatkan layanan dasar terkait air bersih dan pengolahan limbah. Akses terhadap sistem pengolahan air limbah tercatat mencapai sekitar 23,9 persen dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.271 meter kubik per hari. Di sisi lain, cakupan layanan air minum perpipaan yang aman kini menjangkau sekitar 79,53 persen warga dengan kapasitas suplai hampir 23 ribu liter per detik.

Sebagai langkah tambahan untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami tekanan air rendah, pemerintah juga mendistribusikan lebih dari seribu tangki air ke sejumlah lokasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan sistem air perkotaan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Melalui berbagai program tersebut, Pemprov DKI berharap pengendalian banjir dan genangan dapat semakin efektif di masa mendatang. Pemerintah daerah menilai penguatan infrastruktur air serta pengelolaan lingkungan perkotaan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko banjir di kota dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Jakarta.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.