Rupiah Diprediksi Rentan Menyentuh Rp19.000 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Rentan Menyentuh Rp19.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam beberapa pekan ke depan. Sejumlah analis memperingatkan kurs rupiah berpotensi bergerak menuju level Rp19.000 per dolar Amerika Serikat apabila sentimen negatif global dan domestik terus berlanjut. 

Prediksi tersebut muncul setelah rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Pelemahan dipicu kombinasi faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. 

Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati kondisi fiskal, arus modal asing, dan perkembangan kebijakan ekonomi pemerintah. Faktor-faktor tersebut dinilai akan sangat memengaruhi pergerakan mata uang nasional hingga akhir Juni.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan menambah tekanan terhadap sektor industri yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Kondisi ini juga dapat memengaruhi harga barang konsumsi apabila berlangsung dalam waktu lama.

Meski demikian, Bank Indonesia masih memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk intervensi pasar dan pengelolaan likuiditas. Pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan otoritas moneter untuk meredam volatilitas kurs.

OECD: Penurunan BI Rate Diperkirakan Berlangsung Perlahan Mulai Awal 2027 Previous post OECD: Penurunan BI Rate Diperkirakan Berlangsung Perlahan Mulai Awal 2027
Parkir Liar Jadi Aduan Terbanyak Kedua Warga Jakarta Next post Parkir Liar Jadi Aduan Terbanyak Kedua Warga Jakarta