FTSE Russell Depak Empat Saham RI, DSSA hingga HILL Tersingkir

FTSE Russell Depak Empat Saham RI, DSSA hingga HILL Tersingkir

Lembaga indeks global FTSE Russell resmi mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) dalam hasil tinjauan kuartalan Juni 2026. Saham yang terdampak yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). 

Keputusan tersebut memicu perhatian pelaku pasar karena FTSE Russell merupakan salah satu acuan utama investor institusi global dalam menentukan alokasi investasi di pasar negara berkembang. Perubahan komposisi indeks dijadwalkan efektif mulai 22 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan 19 Juni. 

FTSE Russell mencoret DSSA karena dinilai memiliki konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Mayoritas saham perusahaan disebut dikuasai kelompok tertentu sehingga tidak memenuhi standar penyebaran kepemilikan publik. 

Sementara itu, DAAZ dikeluarkan karena gagal memenuhi ketentuan minimum free float atau jumlah saham publik yang dapat diperdagangkan di pasar. Adapun HILL dan MLIA dicoret karena masuk kategori saham dalam pemantauan khusus atau surveillance stock di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut keputusan FTSE Russell menjadi konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal Indonesia yang saat ini memperketat kualitas dan transparansi perdagangan saham. 

Pengamat pasar modal memperkirakan pencoretan saham tersebut berpotensi memicu tekanan jual dari investor asing, khususnya passive fund yang mengikuti indeks FTSE. Potensi arus dana keluar diperkirakan mencapai triliunan rupiah apabila investor global melakukan penyesuaian portofolio.

Meski demikian, BEI memastikan reformasi pasar modal tetap diperlukan untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas pasar saham Indonesia dalam jangka panjang. Bursa juga berencana melanjutkan komunikasi dengan FTSE Russell dan penyedia indeks global lain seperti MSCI terkait perkembangan reformasi pasar modal domestik. 

Analis menilai keputusan FTSE Russell menjadi peringatan bagi emiten untuk memperbaiki struktur kepemilikan saham, meningkatkan free float, serta menjaga kualitas perdagangan agar tetap memenuhi standar indeks global. 

Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara di Tengah Potensi Besar Indonesia Previous post Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara di Tengah Potensi Besar Indonesia
IHSG Kembali Jatuh ke Level 6.200 Meski Sempat Dibuka Menguat Next post IHSG Kembali Jatuh ke Level 6.200 Meski Sempat Dibuka Menguat