Polisi Buru Penyebar Hoaks Isu Demo Di Media Sosial

Ilustrasi. Foto: Petugas Direktorat Reserse Siber melakukan patroli siber untuk menelusuri akun media sosial penyebar informasi bohong.

Isu aksi unjuk rasa yang beredar di media sosial akan ditindaklanjuti oleh Polisi untuk mengetahui siapa penyebar kabar tersebut. Sebelumnya, ada isu di sosial media yang mengatakan ada aksi unjuk rasa untuk memprovokasi masyarakat dengan video lama dan narasi-narasi yang provokatif.

Aparat kepolisian menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di media sosial dan masyarakat juga dihimbau untuk memastikan kebenaran setiap informasi melalui akun atau kanal resmi pemerintah dan kepolisian. Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku-pelaku penyebar isu hoaks yang telah menimbulkan keresahan masyarakat.

Polisi Telusuri Akun Penyebar Hoaks

Kepolisian memastikan akan mengambil tindakan terhadap pihak yang menyebarkan informasi bohong mengenai isu demonstrasi melalui media sosial. Penelusuran dilakukan dengan patroli siber untuk mengidentifikasi akun-akun yang diduga menyebarkan konten provokatif maupun informasi yang tidak sesuai fakta.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. Polisi menegaskan penyebaran informasi palsu yang berpotensi memicu keresahan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Video Lama Dipakai Seolah Peristiwa Baru

Berdasarkan hasil patroli siber, aparat menemukan sejumlah unggahan yang menggunakan rekaman video demonstrasi lama kemudian diberi narasi baru seolah-olah berkaitan dengan rencana aksi dalam waktu dekat. Konten semacam itu dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat apabila diterima tanpa proses verifikasi.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya juga telah menangkap seorang perempuan berinisial DM yang diduga menyebarkan konten hoaks mengenai ajakan demonstrasi dengan memanfaatkan video lama di media sosial. Penyidikan terhadap perkara tersebut masih terus dikembangkan.

Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Percaya

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumber dan kebenarannya. Warga juga diminta tidak ikut membagikan unggahan yang belum terverifikasi karena dapat memperluas penyebaran hoaks.

Apabila menemukan informasi yang meragukan, masyarakat dianjurkan melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah, kepolisian, maupun layanan pemeriksa fakta sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya kembali.

Patroli Siber Terus Ditingkatkan

Kepolisian menyatakan patroli siber akan terus dilakukan untuk memantau aktivitas di berbagai platform media sosial, terutama konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat juga membuka kemungkinan adanya penindakan terhadap akun lain apabila ditemukan bukti penyebaran informasi palsu.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya dapat membantu mencegah penyebaran hoaks sekaligus menjaga situasi tetap kondusif menjelang berbagai agenda nasional.

Paket Narkoba Jaringan Kamboja Diamankan BNNP Bali Previous post Paket Narkoba Jaringan Kamboja Diamankan BNNP Bali
SDN 03 di Srengseng Sawah Jaksel Terbakar Next post SDN Srengseng Sawah Jaksel Mengalami Kebakaran