Pemerintah diminta menjaga stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang dinilai berpotensi memengaruhi investasi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily dalam menanggapi dinamika ekonomi dunia yang masih penuh tekanan. Ace menilai kondisi global saat ini menuntut pemerintah memperkuat strategi ekonomi nasional

Pemerintah diminta menjaga stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang dinilai berpotensi memengaruhi investasi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily dalam menanggapi dinamika ekonomi dunia yang masih penuh tekanan.
Ace menilai kondisi global saat ini menuntut pemerintah memperkuat strategi ekonomi nasional agar Indonesia tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dinilai dapat memicu gangguan rantai pasok, fluktuasi harga energi, hingga tekanan terhadap nilai tukar.
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. Selain itu, penguatan sektor industri dan konsumsi rumah tangga dinilai penting karena menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Tantangan global juga diperkirakan berdampak terhadap arus investasi dan perdagangan internasional. Karena itu, pemerintah didorong memperkuat daya tahan ekonomi melalui percepatan hilirisasi industri, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi energi.
Sejumlah ekonom sebelumnya menilai ketidakpastian geopolitik global dapat menekan pertumbuhan ekonomi berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Lonjakan harga energi dan ancaman inflasi impor disebut menjadi risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.
Ace menambahkan, Indonesia masih memiliki peluang mempertahankan pertumbuhan ekonomi apabila mampu menjaga stabilitas politik dan iklim investasi. Kepastian regulasi serta konsistensi kebijakan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Di sisi lain, pemerintah juga diminta memperkuat perlindungan terhadap daya beli masyarakat agar konsumsi domestik tidak melemah di tengah tekanan ekonomi global. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak sepanjang tahun 2026.












