HIMKI Ingatkan Industri Mebel Tak Bisa Terus Mengandalkan Pelemahan Rupiah

HIMKI Ingatkan Industri Mebel Tak Bisa Terus Mengandalkan Pelemahan Rupiah

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak dapat dijadikan andalan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekspor produk mebel nasional. Organisasi tersebut mengingatkan industri tetap perlu memperkuat efisiensi dan kualitas produk agar mampu bertahan di pasar global.  Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan kurs rupiah yang

HIMKI Ingatkan Industri Mebel Tak Bisa Terus Mengandalkan Pelemahan Rupiah

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak dapat dijadikan andalan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekspor produk mebel nasional. Organisasi tersebut mengingatkan industri tetap perlu memperkuat efisiensi dan kualitas produk agar mampu bertahan di pasar global. 

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan kurs rupiah yang melemah memang dapat membuat harga produk ekspor Indonesia terlihat lebih kompetitif. Namun kondisi tersebut tidak otomatis meningkatkan permintaan di pasar internasional karena situasi ekonomi global masih penuh tekanan.

Selain itu, banyak pelaku industri mebel nasional masih bergantung pada bahan baku, sparepart, dan komponen impor. Akibatnya, pelemahan rupiah justru meningkatkan biaya produksi dan menekan margin usaha.

Menurut HIMKI, industri mebel perlu fokus pada peningkatan produktivitas, inovasi desain, dan perluasan pasar ekspor agar tidak bergantung pada fluktuasi kurs. Penguatan rantai pasok domestik juga dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pendukung produksi.

Di tengah persaingan global, pelaku industri mebel Indonesia juga menghadapi tantangan berupa perlambatan permintaan dari beberapa negara tujuan ekspor. Karena itu, pemerintah diminta memperluas dukungan terhadap sektor manufaktur nasional melalui insentif dan kemudahan pembiayaan.

HIMKI menilai industri mebel memiliki potensi besar karena mampu menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa ekspor. Namun, daya saing produk nasional harus diperkuat secara menyeluruh agar mampu bersaing dengan negara produsen lain di kawasan Asia.

Organisasi tersebut juga mendorong pemerintah memperluas promosi produk furnitur Indonesia di pasar internasional. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan nilai tukar.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos