Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah di tengah tekanan sentimen global dan kekhawatiran pasar terhadap kondisi eksternal maupun domestik. Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di kisaran Rp17.677 per dolar AS pada perdagangan pagi, turun sekitar 10 poin dibandingkan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah di tengah tekanan sentimen global dan kekhawatiran pasar terhadap kondisi eksternal maupun domestik.
Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di kisaran Rp17.677 per dolar AS pada perdagangan pagi, turun sekitar 10 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.667 per dolar AS. Sejumlah lembaga keuangan memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang masih dipicu ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik internasional. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor eksternal, pasar domestik juga dibayangi sikap wait and see investor terhadap data ekonomi Indonesia, termasuk neraca transaksi berjalan kuartal pertama 2026. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam beberapa hari terakhir.
Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi. Kebijakan itu diambil setelah rupiah sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada pekan ini.
Di sisi lain, pergerakan mata uang Asia pada perdagangan Jumat juga cenderung melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan, baht Thailand, dan dolar Singapura tercatat mengalami tekanan, sementara yuan China dan dolar Taiwan bergerak menguat tipis.
Sementara itu, kurs jual dolar AS di sejumlah bank besar nasional berada di atas Rp17.700 per dolar AS. Bank Central Asia (BCA), misalnya, mencatat kurs jual dolar pada kisaran Rp17.731 per dolar AS untuk transaksi e-rate pada Jumat siang.
Pergerakan rupiah kini menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan langsung dengan biaya impor, inflasi domestik, serta stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.












