
Program Magang Nasional akan diperketat oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam bagian seleksi program dan verifikasi posisi magang yang diajukan oleh perusahaan agar peserta ditempatkan sesuai dengan jurusan yang ditempuh serta memastikan kebutuhan industri terpenuhi. Dengan penyesuaian ini, kemnaker berharap agar peluang lulusan memperoleh pekerjaan semakin luas.
Kemnaker Ubah Mekanisme Seleksi Magang Nasional
Kementerian Ketenagakerjaan akan memperketat proses seleksi Program Magang Nasional dengan memastikan peserta ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan jurusan atau kompetensi yang dimiliki. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas program sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pengalaman magang akan lebih optimal apabila peserta menjalankan pekerjaan yang relevan dengan latar belakang pendidikannya. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi bekal saat memasuki pasar kerja.
Posisi Magang Disesuaikan dengan Kompetensi
Dalam mekanisme baru tersebut, perusahaan mitra tidak lagi bebas mengajukan kebutuhan peserta tanpa proses evaluasi. Kemnaker akan melakukan verifikasi terhadap posisi magang yang diajukan agar sesuai dengan kompetensi lulusan yang direkrut.
Selain itu, proses seleksi terhadap perusahaan penyelenggara juga diperketat. Pemerintah ingin memastikan setiap mitra mampu memberikan pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman kerja yang relevan bagi peserta selama menjalani program magang.
Tingkatkan Peluang Lulusan Masuk Dunia Kerja
Kemnaker menilai penempatan yang sesuai dengan bidang studi akan meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri. Pengalaman kerja yang relevan juga diharapkan memperbesar peluang peserta memperoleh pekerjaan tetap setelah menyelesaikan masa magang.
Program Magang Nasional 2026 sendiri menargetkan 150.000 peserta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Pendaftaran dilakukan melalui platform MagangHub, dengan proses seleksi yang melibatkan perusahaan penyelenggara setelah tahapan administrasi selesai.
Tata Kelola Program Terus Diperkuat
Selain memperketat seleksi peserta, Kemnaker juga melakukan penguatan tata kelola Program Magang Nasional. Upaya tersebut mencakup penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kualitas mentor, pengawasan terhadap penyelenggara, serta integrasi dengan sistem sertifikasi kompetensi agar lulusan memperoleh pengakuan keterampilan secara nasional.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menghasilkan program magang yang lebih efektif dalam menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus membantu menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.
