Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia. Komunikasi kedua pemimpin negara itu berlangsung melalui sambungan telepon pada Selasa sore. Dalam percakapan tersebut, Albanese menyampaikan terima kasih karena Indonesia bersedia mengekspor sekitar 250.000 ton pupuk urea ke Australia. Kesepakatan itu dinilai penting

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia. Komunikasi kedua pemimpin negara itu berlangsung melalui sambungan telepon pada Selasa sore.
Dalam percakapan tersebut, Albanese menyampaikan terima kasih karena Indonesia bersedia mengekspor sekitar 250.000 ton pupuk urea ke Australia. Kesepakatan itu dinilai penting untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian Australia yang tengah menghadapi tantangan pasokan pupuk global.
Pemerintah Indonesia menyebut ekspor pupuk tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Australia. Selain perdagangan, kedua negara juga terus memperluas kerja sama di sektor pertahanan, energi, pangan, dan investasi.
Prabowo dan Albanese juga membahas perkembangan hubungan strategis kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir semakin intensif. Indonesia dan Australia sebelumnya telah memperkuat kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) serta perjanjian kerja sama keamanan bilateral.
Australia diketahui menjadi salah satu mitra dagang penting Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Hubungan perdagangan kedua negara mencakup sektor pangan, energi, pendidikan, hingga pertahanan. Dalam kerja sama pupuk, Indonesia dinilai memiliki kapasitas produksi yang mampu mendukung kebutuhan industri pertanian Australia.
Komunikasi langsung antara Prabowo dan Albanese juga mencerminkan eratnya hubungan diplomatik kedua negara di bawah pemerintahan baru masing-masing. Sebelumnya, kedua pemimpin beberapa kali bertemu dalam forum internasional dan kunjungan bilateral untuk membahas penguatan stabilitas kawasan serta kerja sama ekonomi strategis.
Pemerintah Indonesia menilai ekspor pupuk ke Australia dapat membuka peluang pasar baru bagi industri pupuk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas strategis di kawasan Asia-Pasifik. Di sisi lain, Australia memperoleh kepastian suplai pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian domestik mereka.











