Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak duduk lesehan saat menjelaskan kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 kepada awak media di lobi Kementerian Keuangan, Jakarta. Momen tersebut terjadi setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara terkait kondisi ekonomi nasional. Dalam penjelasannya, Purbaya membantah berbagai spekulasi yang menyebut kondisi APBN berada

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak duduk lesehan saat menjelaskan kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 kepada awak media di lobi Kementerian Keuangan, Jakarta. Momen tersebut terjadi setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara terkait kondisi ekonomi nasional.
Dalam penjelasannya, Purbaya membantah berbagai spekulasi yang menyebut kondisi APBN berada dalam tekanan berat. Ia mengatakan banyak pihak salah membaca data defisit APBN hanya berdasarkan laporan bulanan tanpa melihat perkembangan berikutnya secara utuh.
Menurut Purbaya, saat defisit APBN Maret 2026 tercatat sekitar 0,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagian pengamat langsung mengasumsikan angka tersebut akan melebar menjadi sekitar 3,6 persen dalam setahun penuh. Namun, ia menegaskan kondisi fiskal berubah setelah data April keluar.
“Kalau logikanya begitu, sekarang defisit April turun ke sekitar 0,64 persen. Artinya masih aman,” ujar Purbaya saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Purbaya menjelaskan pemerintah terus menjaga disiplin fiskal meski menghadapi tekanan global seperti pelemahan rupiah, gejolak harga energi, dan konflik geopolitik internasional. Ia memastikan kondisi APBN saat ini masih terkendali dan pemerintah memiliki berbagai bantalan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Salah satu bantalan yang dimiliki pemerintah adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disebut mencapai sekitar Rp420 triliun. Menurut Purbaya, dana tersebut dapat digunakan jika kondisi ekonomi global memburuk atau tekanan terhadap APBN meningkat tajam.
Selain itu, pemerintah juga melakukan efisiensi belanja kementerian dan lembaga untuk menjaga defisit tetap berada di bawah batas aman. Purbaya sebelumnya menyebut pemerintah masih menargetkan defisit APBN 2026 berada di bawah 3 persen terhadap PDB meski harga minyak dunia sempat melonjak akibat konflik global.
Momen lesehan Purbaya di lobi Kementerian Keuangan menjadi perhatian karena dilakukan secara spontan sambil berdiskusi santai dengan wartawan mengenai kondisi fiskal negara. Sikap tersebut dinilai menunjukkan upaya pemerintah meredam kekhawatiran publik dan pelaku pasar terkait kondisi APBN di tengah gejolak ekonomi dunia.
Pemerintah menegaskan pengelolaan APBN ke depan akan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat perlindungan sosial, dan memastikan program prioritas nasional tetap berjalan meski tekanan global masih berlanjut hingga 2027.












