
Wacana pembatasan penggunaan Pertalite mendapat sorotan dari kalangan pengamat ekonomi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya beli kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada biaya transportasi, termasuk pengemudi ojek online dan pelaku UMKM.
Menurut pengamat, kenaikan beban operasional akibat berkurangnya akses terhadap BBM bersubsidi dapat mengurangi margin keuntungan pelaku usaha kecil. Kelompok yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai sarana utama bekerja diperkirakan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Pertalite selama ini menjadi salah satu jenis BBM yang banyak digunakan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibanding BBM nonsubsidi. Apabila pembatasan diterapkan secara luas, sebagian pengguna kemungkinan harus beralih ke produk dengan harga lebih tinggi.
Dampak lanjutan yang dikhawatirkan adalah meningkatnya biaya distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga produk yang dijual UMKM maupun pendapatan harian pengemudi transportasi daring.
Meski demikian, pemerintah selama ini menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran. Karena itu, pembahasan mengenai pembatasan Pertalite masih menjadi perhatian berbagai pihak yang menginginkan keseimbangan antara efisiensi anggaran dan perlindungan terhadap masyarakat kecil.
