Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno meminta warga negara Indonesia mempertimbangkan risiko keamanan sebelum memutuskan pergi ke Gaza untuk mengikuti misi kemanusiaan. Imbauan itu disampaikan setelah sembilan WNI dilaporkan ditangkap Israel saat mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla menuju Palestina. Menurut Eddy, dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina tetap penting, namun keselamatan warga negara harus menjadi prioritas

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno meminta warga negara Indonesia mempertimbangkan risiko keamanan sebelum memutuskan pergi ke Gaza untuk mengikuti misi kemanusiaan. Imbauan itu disampaikan setelah sembilan WNI dilaporkan ditangkap Israel saat mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla menuju Palestina.
Menurut Eddy, dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina tetap penting, namun keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama. Situasi konflik yang terus berlangsung di Gaza dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi relawan maupun aktivis internasional.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap misi kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade Gaza. Pemerintah Indonesia sendiri terus melakukan koordinasi diplomatik dengan sejumlah negara sahabat untuk memastikan kondisi para WNI yang ikut dalam misi tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyatakan sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia ikut ditahan setelah armada kemanusiaan dicegat militer Israel di perairan internasional. Di antara WNI tersebut terdapat aktivis kemanusiaan dan jurnalis media nasional.
Eddy juga mengapresiasi semangat solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Namun ia meminta setiap warga memperhatikan perkembangan keamanan global serta mematuhi arahan resmi pemerintah sebelum melakukan perjalanan ke wilayah konflik.
Pengamat hubungan internasional menilai konflik Gaza kini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga memengaruhi aktivitas diplomatik dan mobilitas warga sipil dari berbagai negara. Risiko keamanan terhadap relawan asing disebut meningkat seiring eskalasi konflik.
Pemerintah Indonesia memastikan langkah diplomatik dan perlindungan konsuler terhadap WNI di luar negeri akan terus diperkuat di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.












