
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kembali target ambisius yang diemban program Koperasi Desa Merah Putih pada Senin, 27 April 2026. Seluruh proses pendirian, legalisasi, dan persiapan operasional 80.000 koperasi ditargetkan tuntas sebelum Juli 2026, menjadikannya salah satu program dengan jadwal paling padat dalam sejarah kebijakan pemberdayaan desa Indonesia.
Program Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih sudah mencatatkan dampak nyata yang bisa diukur. Data terbaru menunjukkan koperasi yang sudah berjalan berhasil mendorong kenaikan pendapatan rata-rata desa sebesar 25 persen per tahun. Kontribusinya terhadap PDB nasional diestimasi mencapai 0,5 persen, sebuah angka yang cukup signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dari lapisan paling bawah.
Koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai unit usaha penjualan barang kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai mitra strategis program Makan Bergizi Gratis dalam menyediakan bahan pangan lokal. Dengan demikian, koperasi desa berfungsi ganda sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus penopang rantai pasok program prioritas presiden.
Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah memastikan kualitas pengurus koperasi memadai untuk menjalankan operasional bisnis yang sehat. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Kemenko Pangan sedang menyiapkan program pelatihan intensif untuk ribuan calon pengurus koperasi yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Tags: Koperasi Desa Merah Putih 80000 desa, Zulkifli Hasan Kemenko Pangan, koperasi desa 2026 target, pendapatan desa naik 25 persen, program prabowo koperasi, MBG koperasi lokal rantai pasok