
Banjir kembali melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam hingga Senin (11/5/2026) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 657 rumah warga terdampak genangan di sejumlah kawasan permukiman.
Pemerintah daerah menyebut banjir dipicu meluapnya sejumlah sungai dan buruknya kapasitas drainase di beberapa titik perkotaan. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di wilayah yang berada di dataran rendah.
Data sementara BPBD menunjukkan banjir tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kendari Barat, Mandonga, dan Wua-Wua. Selain merendam rumah warga, genangan juga menghambat aktivitas masyarakat dan menyebabkan akses jalan di sejumlah titik tidak dapat dilalui kendaraan.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga serta distribusi bantuan darurat. Sejumlah warga yang rumahnya terendam parah dilaporkan mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi air surut.
BPBD Sulawesi Tenggara menyatakan curah hujan ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Selain kerusakan rumah, banjir juga dilaporkan berdampak pada fasilitas umum dan aktivitas ekonomi warga. Beberapa sekolah serta area perdagangan mengalami gangguan operasional akibat genangan yang belum surut hingga Senin pagi.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan kerugian dan jumlah warga terdampak secara menyeluruh. Tim gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
