Kementerian Perindustrian menyatakan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2026 mengalami kenaikan signifikan dengan 20 subsektor industri mencatat ekspansi. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan optimisme pelaku industri manufaktur terhadap aktivitas produksi nasional. Juru bicara Kemenperin menjelaskan peningkatan IKI didorong naiknya permintaan domestik, perbaikan rantai pasok, serta aktivitas produksi yang mulai stabil di sejumlah sektor industri. Subsektor

Kementerian Perindustrian menyatakan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2026 mengalami kenaikan signifikan dengan 20 subsektor industri mencatat ekspansi. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan optimisme pelaku industri manufaktur terhadap aktivitas produksi nasional.
Juru bicara Kemenperin menjelaskan peningkatan IKI didorong naiknya permintaan domestik, perbaikan rantai pasok, serta aktivitas produksi yang mulai stabil di sejumlah sektor industri.
Subsektor yang mencatat pertumbuhan antara lain industri makanan dan minuman, kimia, logam dasar, hingga otomotif. Peningkatan aktivitas produksi juga disebut berdampak pada kebutuhan tenaga kerja dan distribusi barang.
Pemerintah menilai penguatan industri manufaktur menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global dan volatilitas pasar internasional.
Pengamat industri menyebut kenaikan IKI menunjukkan sektor manufaktur Indonesia masih memiliki daya tahan relatif kuat dibanding beberapa negara berkembang lain.
Meski demikian, tantangan seperti pelemahan daya beli, nilai tukar rupiah, dan biaya logistik masih menjadi perhatian pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan produksi.
Kemenperin memastikan pemerintah akan terus memperkuat insentif industri dan menjaga iklim investasi agar tren ekspansi manufaktur dapat berlanjut sepanjang tahun.
Industri manufaktur sendiri selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.












