
Tim gabungan akhirnya menemukan bocah berusia enam tahun yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Cianten, Kabupaten Bogor. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian yang melibatkan petugas SAR, relawan, dan warga sekitar.
Peristiwa nahas itu bermula ketika korban berada di sekitar aliran sungai sebelum dilaporkan terseret arus. Kondisi debit air yang cukup deras menyulitkan upaya penyelamatan sehingga korban hilang dan memicu operasi pencarian intensif.
Sejak laporan diterima, tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan berbagai metode, termasuk pencarian darat dan pemantauan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga korban akhirnya ditemukan.
Penemuan korban mengakhiri harapan keluarga yang sejak awal menunggu kabar baik dari proses pencarian. Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Musibah ini kembali menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sekitar sungai, terutama saat arus air meningkat akibat cuaca dan kondisi lingkungan. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan apabila berada di sekitar perairan tanpa pengawasan orang dewasa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim yang berpotensi menyebabkan perubahan debit sungai secara tiba-tiba. Edukasi mengenai keselamatan di kawasan perairan juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
