Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperoleh gelar adjunct professor dari institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Penghargaan akademik tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusinya dalam pengembangan pengawasan obat dan transformasi sektor kesehatan. Dalam kesempatan itu, Kepala BPOM turut menyoroti tantangan dan masa depan industri obat, termasuk pentingnya inovasi, kolaborasi riset, serta penguatan sistem

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperoleh gelar adjunct professor dari institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Penghargaan akademik tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusinya dalam pengembangan pengawasan obat dan transformasi sektor kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPOM turut menyoroti tantangan dan masa depan industri obat, termasuk pentingnya inovasi, kolaborasi riset, serta penguatan sistem pengawasan produk kesehatan di tengah perkembangan teknologi medis global.
Menurutnya, sektor farmasi kini menghadapi perubahan besar seiring meningkatnya kebutuhan obat berbasis teknologi, terapi personal, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan kesehatan. Karena itu, lembaga pengawas dituntut lebih adaptif dalam memastikan keamanan dan efektivitas produk yang beredar di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam memperkuat ketahanan kesehatan, terutama setelah pandemi memberikan pelajaran mengenai pentingnya kemandirian industri farmasi. Indonesia disebut terus mendorong pengembangan bahan baku obat dan peningkatan kapasitas riset nasional.
Pemberian gelar adjunct professor itu dinilai mencerminkan semakin kuatnya hubungan akademik dan penelitian antara Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi lintas negara dianggap penting untuk mempercepat inovasi di bidang farmasi dan kesehatan masyarakat.
BPOM dalam beberapa tahun terakhir juga aktif memperkuat pengawasan obat, makanan, dan produk kesehatan digital. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan peredaran produk ilegal serta meningkatnya transaksi kesehatan berbasis daring.
Selain itu, penguatan regulasi dan dukungan terhadap industri farmasi dalam negeri menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk kesehatan nasional di pasar global.












