Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian mengalami pergerakan bervariasi pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Produk emas dari Antam, UBS, dan Galeri 24 tercatat mengalami perubahan harga dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya di tengah fluktuasi harga emas global dan pergerakan dolar AS. Berdasarkan data Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol sekitar Rp2,08 juta.

Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian mengalami pergerakan bervariasi pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Produk emas dari Antam, UBS, dan Galeri 24 tercatat mengalami perubahan harga dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya di tengah fluktuasi harga emas global dan pergerakan dolar AS.
Berdasarkan data Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol sekitar Rp2,08 juta. Sementara emas UBS ukuran yang sama berada di kisaran Rp2,02 juta, sedangkan Galeri 24 dipatok sekitar Rp1,99 juta per gram. Perbedaan harga dipengaruhi oleh merek, sertifikasi, serta tingkat permintaan pasar terhadap masing-masing produk emas batangan.
Kenaikan maupun penurunan harga emas domestik juga dipengaruhi perkembangan harga emas dunia yang masih bergerak fluktuatif. Pasar global saat ini masih dibayangi ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, hingga tensi geopolitik internasional yang memengaruhi permintaan aset safe haven.
Selain faktor global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas di pasar domestik. Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir membuat harga emas dalam negeri cenderung bertahan di level tinggi meski harga emas dunia bergerak terbatas.
Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram untuk produk Antam, UBS, maupun Galeri 24. Produk emas batangan masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi.
Analis pasar menilai pergerakan harga emas dalam waktu dekat masih akan sangat dipengaruhi sentimen global, khususnya arah suku bunga AS dan dinamika geopolitik. Karena itu, investor disarankan tetap memperhatikan volatilitas pasar sebelum melakukan pembelian emas dalam jumlah besar.












