Sektor Tambang Tetap Jadi Tumpuan Ekonomi RI Saat Global Bergejolak

Industri pertambangan dinilai masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia meski berbagai sektor lain menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global. Selain menyumbang devisa besar, sektor tambang juga dianggap penting dalam menjaga ketahanan industri dan rantai pasok energi nasional.  Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengatakan peran sektor tambang bagi ekonomi

Industri pertambangan dinilai masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia meski berbagai sektor lain menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global. Selain menyumbang devisa besar, sektor tambang juga dianggap penting dalam menjaga ketahanan industri dan rantai pasok energi nasional. 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengatakan peran sektor tambang bagi ekonomi nasional tidak hanya berasal dari ekspor komoditas. Industri ini juga memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, pengembangan hilirisasi, hingga penciptaan efek berganda bagi kawasan industri dan daerah penghasil tambang. 

Menurut Bisman, kondisi geopolitik global saat ini membuat posisi sektor pertambangan semakin strategis. Konflik internasional dan gangguan pasokan energi dinilai mendorong banyak negara memperkuat penguasaan mineral kritis untuk kebutuhan industri teknologi, kendaraan listrik, dan transisi energi bersih. 

Indonesia sendiri memiliki cadangan komoditas tambang besar seperti nikel, tembaga, batu bara, hingga logam tanah jarang yang kini menjadi incaran pasar global. Pemerintah terus mendorong hilirisasi agar nilai tambah industri tambang dapat dinikmati di dalam negeri melalui pembangunan smelter dan industri pengolahan lanjutan. 

Meski demikian, sektor pertambangan juga menghadapi tekanan pada awal 2026. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 2,14 persen secara tahunan pada kuartal I-2026 akibat penurunan produksi batu bara, migas, dan bijih logam. 

Sejumlah ekonom menilai pelemahan tersebut dipicu turunnya permintaan global, khususnya dari China, serta penyesuaian kuota produksi di dalam negeri. Namun, sektor tambang masih dipandang memiliki prospek kuat dalam jangka panjang karena kebutuhan mineral dunia diperkirakan terus meningkat seiring percepatan transisi energi global. 

Pemerintah juga terus memperluas kerja sama energi dan mineral dengan berbagai negara untuk menjaga stabilitas pasokan serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri global. Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia tercatat memperluas kerja sama minyak dan mineral dengan Rusia, Nigeria, Angola, hingga Filipina. 

Di tengah tantangan ekonomi dunia, sektor pertambangan dinilai tetap menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui kontribusi ekspor, investasi, hilirisasi industri, dan penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah penghasil komoditas. 

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos