Bamsoet Resmi Jadi Komisaris Independen Lippo Karawaci dan Siloam

Anggota DPR RI sekaligus mantan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, resmi diangkat menjadi komisaris independen di dua perusahaan Grup Lippo, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Penunjukan tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Mei 2026. Pengangkatan Bamsoet di Lippo Karawaci

Anggota DPR RI sekaligus mantan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, resmi diangkat menjadi komisaris independen di dua perusahaan Grup Lippo, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Penunjukan tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Mei 2026.

Pengangkatan Bamsoet di Lippo Karawaci diputuskan dalam RUPST pada Jumat (8/5), sedangkan penunjukan di Siloam Hospitals dilakukan dalam RUPST Tahun Buku 2025 pada Selasa (12/5). Kehadiran Bamsoet disebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan di sektor properti dan kesehatan di tengah tantangan ekonomi global.

Di Siloam Hospitals, Bamsoet bergabung dalam jajaran komisaris bersama Yasonna H. Laoly yang menjabat Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen. Formasi baru ini diarahkan untuk mendukung transformasi layanan kesehatan melalui strategi “Next Gen Siloam” yang berfokus pada digitalisasi layanan dan pengembangan rumah sakit premium.

Siloam mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp 12,8 triliun dan laba bersih sekitar Rp 1,1 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan teknologi medis, dan penguatan layanan onkologi presisi. Saat ini, jaringan Siloam mengoperasikan 41 rumah sakit dan 75 klinik di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara di Lippo Karawaci, Bamsoet masuk dalam jajaran komisaris yang dipimpin Ginandjar Kartasasmita sebagai Presiden Komisaris. Perseroan juga menunjuk Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur baru untuk memperkuat ekspansi bisnis properti, lifestyle, dan kesehatan.

Lippo Karawaci membukukan pendapatan sebesar Rp 9,03 triliun pada tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp 470 miliar. Perseroan juga mencatat peningkatan underlying profit sebesar 57 persen dan memperkuat posisi kas perusahaan menjadi Rp 1,96 triliun.

Masuknya Bamsoet ke dua perusahaan besar tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Grup Lippo memperkuat pengawasan bisnis dan menjaga arah transformasi jangka panjang, terutama di sektor kesehatan dan properti yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos