Uji Coba CNG pada Tabung LPG 3 Kg Dimulai Tahun Ini

Pemerintah mulai menyiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung ukuran 3 kilogram sebagai alternatif LPG subsidi. Program pilot project tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.  Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan beberapa proyek percontohan penggunaan CNG

Pemerintah mulai menyiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung ukuran 3 kilogram sebagai alternatif LPG subsidi. Program pilot project tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan beberapa proyek percontohan penggunaan CNG tabung 3 kg akan dimulai tahun ini. Pemerintah saat ini masih mematangkan berbagai aspek teknis dan keselamatan sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas ke masyarakat. 

Menurut Laode, CNG nantinya tidak langsung menggantikan LPG subsidi secara penuh. Pemerintah akan menerapkannya secara bertahap sebagai alternatif energi rumah tangga sebelum dilakukan implementasi masif di berbagai daerah. 

Kajian keselamatan menjadi fokus utama dalam proses persiapan program tersebut. Pemerintah melibatkan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan standar keamanan tabung dan distribusi CNG benar-benar layak digunakan masyarakat. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan pada tabung ukuran 12 kilogram dan 20 kilogram. Namun untuk ukuran 3 kilogram, pemerintah masih melakukan pengujian khusus sebelum dipasarkan secara luas. 

Pemerintah menilai program konversi energi ini penting karena ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih sangat tinggi. Saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7 juta hingga 8,6 juta ton LPG per tahun dengan nilai devisa mencapai Rp130 triliun hingga Rp140 triliun. 

Bahlil menyebut penggunaan CNG diharapkan dapat menekan beban impor energi sekaligus mengurangi subsidi LPG yang selama ini membebani anggaran negara. Pemerintah juga memastikan subsidi energi tetap akan diberikan agar harga CNG untuk masyarakat tetap terjangkau. 

Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) menyatakan kapasitas produksi CNG nasional saat ini dinilai cukup untuk mendukung program tersebut. CNG bahkan sudah digunakan di berbagai sektor industri, transportasi, hotel, restoran, dan jaringan usaha makanan di Indonesia. 

Pemerintah berharap uji coba CNG tabung 3 kilogram dapat menjadi langkah awal transformasi energi rumah tangga nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri di tengah fluktuasi harga energi global. 

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos