PTBA Kuartal I 2026, Laba Melonjak 105 Persen Jadi Rp801 Miliar

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I-2026, meningkat signifikan sekitar 105 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi meski pendapatan perusahaan relatif stagnan di tengah dinamika industri batu bara. 

Kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perseroan. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, pendapatan PTBA tercatat sekitar Rp9,93 triliun, tidak banyak berubah secara tahunan. Namun, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga sekitar 6 persen, sehingga mendorong kenaikan laba secara signifikan. 

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyatakan, capaian ini diperoleh di tengah tantangan operasional, termasuk curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi. Meski volume produksi turun sekitar 22 persen secara tahunan, penjualan relatif stabil berkat pengelolaan persediaan yang lebih efisien serta penerapan selective mining. 

Secara operasional, penjualan batu bara masih menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari 98 persen terhadap total pendapatan. Sementara itu, sisanya berasal dari lini usaha non-batu bara seperti listrik, briket, dan jasa lainnya. 

Dari sisi profitabilitas, laba kotor melonjak lebih dari 47 persen menjadi sekitar Rp1,54 triliun, diikuti laba usaha yang hampir dua kali lipat menjadi Rp878 miliar. EBITDA juga meningkat menjadi sekitar Rp1,55 triliun dengan margin yang tetap terjaga. 

Namun demikian, tekanan eksternal mulai muncul dari kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik global, termasuk di kawasan Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga bahan bakar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya operasional ke depan. 

Ke depan, PTBA menegaskan akan mempertahankan disiplin efisiensi dan fleksibilitas operasional untuk menjaga kinerja di tengah fluktuasi harga komoditas. Dengan fondasi operasional yang kuat, perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang 2026. 

Krakatau Osaka Steel Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk China - LaporanTerkini.com Previous post Krakatau Osaka Steel: Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk China
Persib Bandung Unggul Cepat Atas PSIM di GBLA - LaporanTerkini.com Next post Persib Bandung Unggul Cepat Atas PSIM di GBLA