
Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menyatakan bahwa proses pengadaan 30 rangkaian KRL baru untuk wilayah Jabodetabek hampir selesai. Proyek ini didukung anggaran Rp5 triliun dari Presiden Prabowo Subianto dan ditargetkan seluruh rangkaian beroperasi pada akhir 2026.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa kajian pengadaan masih berlangsung dan hampir selesai. “Untuk pengadaan 30 trainset, kajiannya terus dilakukan dan sudah mendekati tahap final.
Baik dari sisi KAI, KCI, maupun pemerintah dalam proses persiapan untuk merealisasikan kebutuhan tambahan kapasitas angkut tersebut,” ujar Karina di Commuter Hall, Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa semua rangkaian baru ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. “Akhir tahun ini, semua,” kata Bobby saat ditemui di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah menyetujui alokasi anggaran Rp5 triliun, melebihi usulan awal PT KAI sebesar Rp4,8 triliun. “Beliau ajukan totalnya Rp4,8 triliun. Saya setuju, bahkan akan saya alokasikan Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” kata Prabowo.
Setiap rangkaian kereta diperkirakan membutuhkan dana sekitar USD 9 juta. Presiden menargetkan pengadaan selesai maksimal satu tahun dan berharap bisa rampung dalam enam bulan.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan pengadaan ini mengutamakan produksi dalam negeri. KAI juga sedang meningkatkan kapasitas jalur di beberapa stasiun dan memodifikasi sistem persinyalan untuk mendukung operasional rangkaian baru.
Rangkaian baru akan dioperasikan dengan formasi 12 gerbong pada lintasan yang infrastrukturnya sudah siap. “Kami akan mengoperasikan sarana dengan stamformasi 12 gerbong pada lintas pelayanan yang secara infrastruktur sudah mampu menunjang pengoperasian tersebut,” jelas Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai PT INKA memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ini. “Bisa, kapasitas INKA untuk memenuhi 30 trainset dalam satu tahun,” ujarnya. Kapasitas produksi INKA diyakini meningkat menjadi empat kereta per hari setelah ekspansi fasilitas produksi di Banyuwangi.
Saat ini, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama. Distribusi trainset baru tidak langsung merata ke semua lintasan dan bergantung pada kesiapan prasarana di setiap jalur.
Terpisah dari rencana 30 trainset baru, KAI Commuter juga menyelesaikan pengadaan batch sebelumnya. Dari 16 trainset produksi PT INKA yang dipesan sejak 2023, enam rangkaian sudah beroperasi. Sisanya, 10 rangkaian ditargetkan beroperasi bertahap sepanjang 2026, menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda. Jabodetabek pada kuartal I/2026 mencapai 87,97 juta pengguna, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 82,11 juta pengguna.
Proses finalisasi pengadaan 30 trainset masih berlangsung. KAI Commuter berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan di lapangan, dengan prioritas utama pada peningkatan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Tags: KRL baru Jabodetabek, 30 KRL tambahan, KAI Commuter 2026, transportasi publik Jakarta, Commuter Line terbaru, kapasitas KRL meningkat, pengadaan kereta api, penumpang Jabodetabek