
Seorang pemulung tanpa identitas meninggal dunia setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Peristiwa itu terjadi saat korban berada di sekitar jalur rel yang menjadi lintasan KRL rute Jakarta Kota-Bogor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga sedang mencari barang bekas di sekitar area rel ketika insiden terjadi. Warga sempat memberikan peringatan karena kereta akan melintas, namun korban disebut tetap berada di jalur yang berbahaya hingga akhirnya tertabrak.
Kejadian tersebut kembali menyoroti persoalan keselamatan di sejumlah titik rel yang masih sering digunakan warga sebagai jalur aktivitas sehari-hari. Kawasan underpass Sholeh Iskandar diketahui menjadi lokasi yang cukup padat dan beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan mengamankan area sekitar rel. Hingga kini identitas korban masih dalam proses penelusuran karena tidak ditemukan dokumen pengenal saat kejadian berlangsung.
Keselamatan di perlintasan dan jalur kereta masih menjadi perhatian penting mengingat tingginya frekuensi perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek. Aktivitas masyarakat di sekitar rel dinilai berisiko tinggi apabila tidak disertai kesadaran terhadap aturan keselamatan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di area rel kereta karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut dapat membahayakan nyawa. Jalur rel merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan warga di sekitar jalur KRL dan menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan transportasi publik.
