Pertamina Bangun PLTS di Pulau Sembur, Dorong Listrik Bersih di Perbatasan RI

Pertamina Bangun PLTS di Pulau Sembur, Dorong Listrik Bersih di Perbatasan RI
Ilustrasi. Foto: Pertamina Bangun PLTS di Pulau Sembur, Dorong Listrik Bersih di Perbatasan RI

PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sembur, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pulau kecil yang berjarak sekitar satu jam perjalanan laut dari Singapura itu dipilih sebagai lokasi pengembangan energi terbarukan untuk memperluas akses listrik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkuat transisi energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan. Selain menyediakan pasokan listrik yang lebih andal bagi masyarakat, pembangunan PLTS di Pulau Sembur juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan usaha lokal yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan.

Pada tahap awal, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt-peak (kWp) yang didukung sistem penyimpanan energi berupa baterai berkapasitas 600 kilowatt-hour (kWh). Ke depan, kapasitas pembangkit ditargetkan meningkat hingga mencapai 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai berkapasitas 1 megawatt-hour (MWh) agar mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan.

Saat ini, pembangunan proyek telah memasuki tahap lanjutan setelah seluruh panel surya selesai dipasang dan sistem baterai berhasil dikirim ke lokasi. Pekerjaan berikutnya difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem penyimpanan energi, serta pembangunan fasilitas penunjang yang akan memperkuat kegiatan ekonomi warga setempat.

Selain menghadirkan pembangkit listrik berbasis energi bersih, proyek ini juga dilengkapi dengan pembangunan cold storage berkapasitas lima ton dan fasilitas pembuat es yang mampu memproduksi hingga dua ton per hari. Kedua fasilitas tersebut akan dikelola koperasi desa untuk mendukung rantai pasok hasil tangkapan nelayan sehingga kualitas produk dapat terjaga lebih lama sebelum dipasarkan.

Pulau Sembur dipilih karena dinilai memenuhi sejumlah kriteria pengembangan, di antaranya telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan, sudah terbentuk koperasi desa, namun belum terhubung dengan jaringan listrik utama. Model pengembangan ini juga menjadi proyek pertama yang menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya dengan pengelolaan berbasis koperasi di Indonesia.

Pertamina berharap proyek tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan energi baru terbarukan di kawasan kepulauan dan wilayah terluar Indonesia. Selain meningkatkan rasio elektrifikasi, keberadaan PLTS diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal III 2026 dan menjadi model pengembangan energi bersih yang dapat diterapkan di pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia.

Anthropic Perluas Bisnis ke Industri Obat, AI Claude Kini Dilibatkan dalam Riset Farmasi Previous post Anthropic Perluas Bisnis ke Industri Obat, AI Claude Kini Dilibatkan dalam Riset Farmasi
Harga LPG 3 Kg hingga 12 Kg per 1 Juli 2026, Simak Daftar Tarif di Agen dan Pangkalan Next post Harga LPG 3 Kg hingga 12 Kg per 1 Juli 2026, Simak Daftar Tarif di Agen dan Pangkalan