
Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah mewaspadai perkembangan harga beras dan minyak goreng di tengah munculnya tanda-tanda tekanan pada sejumlah komoditas pangan. Meski laju kenaikan mulai melandai, harga kedua kebutuhan pokok tersebut masih berada pada level tinggi dan berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi serta daya beli masyarakat.
Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (13/7/2026). BPS menilai perkembangan harga pangan perlu terus dipantau karena perubahan pada komoditas yang dikonsumsi secara luas dapat memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Beras menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, perubahan harga beras memiliki pengaruh besar terhadap inflasi pangan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi agar tekanan harga tidak berkembang menjadi kenaikan yang lebih luas.
Selain beras, harga minyak goreng juga menjadi sorotan. Komoditas tersebut memiliki peran penting dalam konsumsi rumah tangga dan kegiatan usaha, khususnya sektor makanan. Harga yang bertahan tinggi dapat meningkatkan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong kenaikan biaya produksi bagi pelaku usaha.
BPS mengingatkan bahwa melandainya laju kenaikan harga belum berarti risiko telah sepenuhnya mereda. Pemerintah pusat dan daerah tetap perlu mencermati perkembangan harga dari waktu ke waktu, terutama ketika terdapat indikasi tekanan pada pasokan maupun distribusi.
Pengendalian harga juga membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Pemantauan stok, distribusi dari daerah produsen ke konsumen, hingga intervensi apabila terjadi lonjakan perlu dilakukan secara terukur agar stabilitas harga tetap terjaga.
Pergerakan harga beras dan minyak goreng menjadi penting karena kedua komoditas memiliki bobot besar dalam pengeluaran masyarakat. Kenaikan yang berlangsung dalam waktu lama dapat mengurangi daya beli, terutama bagi kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.
Dengan munculnya tanda-tanda tekanan tersebut, BPS meminta pemerintah tidak lengah meskipun kenaikan harga mulai menunjukkan perlambatan. Stabilitas pasokan dan distribusi menjadi kunci untuk mencegah harga beras dan minyak goreng kembali meningkat dan memberikan tekanan lebih besar terhadap inflasi nasional.
