
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk memperluas Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi pada semester II 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4,14 triliun disiapkan untuk Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta. Sementara Rp2,12 triliun lainnya dialokasikan untuk program pelatihan vokasi yang menyasar 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan serta 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pemerintah menilai program magang dan vokasi dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia. Selain memberikan pengalaman kerja langsung, program tersebut juga diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelaksanaan program akan dipercepat pada paruh kedua tahun ini agar dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Program Magang Nasional sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup positif. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, lebih dari 102 ribu peserta berhasil ditempatkan di ribuan perusahaan dan instansi pemerintah di berbagai daerah. Mayoritas peserta mengaku memperoleh manfaat langsung baik dari sisi pengalaman kerja maupun kondisi ekonomi keluarga.
Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta magang juga mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi. Fasilitas tersebut dinilai membantu meningkatkan kesiapan peserta memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Pemerintah berharap perluasan program ini dapat membantu mengurangi kesenjangan keterampilan tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan pasar kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global.
Ke depan, program magang dan vokasi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan pasar. Dengan demikian, investasi pemerintah di bidang pengembangan SDM diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
